Time heals nothing. Frasa itu yang kami pilih untuk menjadi pembuka buku ini. Selama ini, ada konsepsi bahwa luka batin akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Bahwa pada akhirnya kita akan mampu memaafkan orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Bahwa trauma kita akan hilang. Bahwa kita akan baik-baik saja. Tapi, itu semua keliru. Menyembuhkan luka batin bukanlah pekerjaan …
Buku teman berjuang untuk kamu para pejuang... Terkadang Berjuang itu melelahkan. Tapi harapan harus tetap diperjuangkan. Bukalah kembali buku ini saat lelah itu datang, saat jenuh menyerang. “Teman Berjuang” by Indra Sugiarto dipersembahkan untuk teman-teman yang sedang berjuang. Berjuang di kampus impian, berjuang dalam karir ataupun pekerjaan, & berjuang untuk masa depan.
Buku ini bertujuan untuk membantu pembaca membangun semangat dalam diri. Mengajarkan kita bagaimana suatu kebiasaan dapat terbentuk, bagaimana cara kita menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, bahkan cara mengahadapi orang yang sedang dalam proses berubah untuk hidup yang lebih rapih di masa depan nanti. Buku ini berisi daftar kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering kita lakukan juga dampak da…
Realita yang ditunjukkan dalam Seperti Dendam, Rindu Harusnya Dibayar Tuntas mampu menyindir keadaan orang-orang kelas menengah ke bawah yang kerap mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Kerasnya hidup bagi orang-orang kelas menengah ke bawah ditambah bumbu humor yang sarkastik semakin menegaskan kemampuan Eka dalam meramu sebuah plot cerita. Jika mendengar karya sastra sendiri, banyak pemba…
Nugraha Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini di luar kendaliku. Biru Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki…
Cinta sejati itu laksana mendaki gunung. Letih, tertatih-tatih, namun tetap memiliki tujuan: puncak! Ada yang berhasil mencapainya, ada yang berjeda di tengah jalan, namun ada pula yang memilih turun dengan hati masygul serta penasaran. Ken Ariestyani dengan elok menghadirkan semua rasa itu dalam LLUITA―yang setelah membacanya, membuat kita berpikir ulang: betulkah cinta yang kukandung adalah…