Dalam kesustraan Melayu klasik, yang dikatakan sebagai karya yang indah adalah karya yang tidak saja menampilkan kecantikan bunyi bahasanya, tetapi juga meluas kepada susunan watak dan ceritanya. Selain itu, sastra yang indah itu akan membawa faedah dan manfaat, dimana hal ini biasanya dalam bentuk pengajaran. Kesusastraan Melayu klasik ini dapat dibedakan berdasarkan bentuk penulisannya, ya…
KAMU sudah gila!” Itulah kalimat yang terakhir kali Al Mas'ud ingat sebelum día pingsan beberapa saat lalu. Sekarang, matanya terbuka, mengerjap-ngerjap. Terang? Seberkas cahaya matahari menembus celah kecil di dinding. Sudah siang? Berapa lama dia pingsan? Beringsut hendak duduk. Mengeluh pelan, tubuhnya terasa sakit. Ada memar di lengan, juga lebam di paha, punggung. Mas'ud menoleh …
KISAH DISAH ini sudah tertinggal puluhan tahun lebih. Maka ibarat seseorang yang ketinggalan kereta, bukan cuma kilau lampu dan getar rel yang telah hilang di tikungan sana, bahkan gerbong dan lokomotifnya sudah karatan dipensiunkan. Cerita ini sudah menguap puluhan tahun lebih. Maka ibarat embun menggelayut malas di daun rumput, rerumputan itu sudah menjadi hutan, tidak tersisa lagi kenanga…
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Lautan bisa mengering. Gunung bisa rata. Benua terpisah, bersatu, dan terpisah lagi. Apalagi cinta pasangan manusia. Sehebat apapun cinta tersebut, pasti akan berakhir. Waktu akan menelannya. Inilah kisah tentang seorang laki-laki usia 70 tahun, yang ditinggal istrinya meninggal setelah begitu lama menikah, menghabiskan waktu bersama-sama. Saat hari itu tib…
Beri tahu aku, bagaimana mungkin aku mampu melupakanmu? Jika saat menggenggam tangannya, aku merasakan hangat nadimu. Beri tahu aku, bagaimana mungkin aku mampu tak mengingatmu? Jika saat berada di dekapnya, aku mendengar degup jantungmu. Katakan, bagaimana aku mampu melupakanmu? Jika saat menatap wajah lelapnya, aku menangisi teduh wajahmu. Jika saat memeluknya, aku merindui wangi tu…
“Jaga dirimu untukku,” ucapnya lirih dengan mata sangat sendu. Aku mengangguk sebagai jawaban karena sudah tidak lagi mampu bersuara. Tuhan, kalau memang dia jodoh yang Kau beri untukku, maka jagalah dia. Jaga hatinya untukku. Devan dan Aeris tak menyangka bahwa perpisahan adalah jawaban atas segala gundah. Masing-masing menerka kembali hati dan menata mimpi yang selama ini ingin diraih…