“Jaga dirimu untukku,” ucapnya lirih dengan mata sangat sendu. Aku mengangguk sebagai jawaban karena sudah tidak lagi mampu bersuara. Tuhan, kalau memang dia jodoh yang Kau beri untukku, maka jagalah dia. Jaga hatinya untukku. Devan dan Aeris tak menyangka bahwa perpisahan adalah jawaban atas segala gundah. Masing-masing menerka kembali hati dan menata mimpi yang selama ini ingin diraih…