Sekilas, memang amat mungkin orang akan melihat beberapa cerpen saya bergaya surealisme. Tetapi, izinkan saya ngotot, saya tidak menyukai surealisme. Saya sesungguhnya semata memuja kebebasan imajinasi dalam bercerita, secara bentuk atau tema, keluasannya, kedalamannya, kepekatannya, lompatannya, kegilaannya, bahkan ketakterbayangkannya. Dengan cara demikian, saya merasa merdeka. Dan bahagia!
Alesha, yang dipanggil Miss Echa oleh murid-muridnya di TK Internasional, gadis mandiri berusia 25 tahun yang tidak merasa perlu berpasangan dengan laki-laki. Usaha sang ibu untuk menjodohkannya selalu gagal. Terakhir, Ibu ingin mendekatkan Alesha dengan Ben, anak sahabatnya. Namun di awal perkenalan saja keduanya sudah saling berantipati. Miss Echa adalah satu dari sekian wanita dalam buku …
Banyak orang menanti-nantikan Natal. Rumah-rumah mulai dihiasi pohon Natal, pita-pita, dan kerlap-kerlip lampu. Namun, tidak semua siap menyambut Natal dengan tangan terbuka. Ada yang memusingkan siapa yang akan digandeng ke pesta Natal. Ada yang tidak ingin pulang dan bertemu keluarga saat Natal. Ada yang kehilangan. Ada yang mendapatkan. Para tokoh dalam buku ini harus menghadapi berbagai r…
Duh gusti Maafkan kami yang banyak omong. Ibadah saja masih bolong-bolong. Doanya masih sombong. Tapi berani-beraninya minta tolong sambil nodong. Sudah begitu maksa mulu. Ga tau malu. Kerja saja ga mau tapi kalau soal cemburu-mencemburui, nomor satu.