Ruang-ruang dalam kampung yang luas kini menyempit dan menggiring anak-anak kampung berjejal di ruas-ruas kota tanpa kesadaran tentang asal-usulnya. Bangunan identitas baru lalu dibentuk secara instan lewat pola-pola konsumtif maupun komodifikasi budaya yang melanda kota. Menggerakkan kampung lalu menjadi pilihan dan menjadi momentum untuk memberi ruang bagi kampung-kampung menyuarakan kebutuha…
Model tradisional, interpretasi radikal, dan perhatian post-modern disintesiskan dalam penjelasan yang mudah diakses dan menggugah dari isu sentral urbanisme kontemporer dan kehidupan kota.