Ilmuwan dan Bahasa Indonesia : Menyambut 60 Tahun Sumpah Pemuda
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) yang menjadi pedoman penggunaan bahasa Indonesia sejak tahun 1972 kini sudah resmi tidak berlaku. EYD sudah diperbarui menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), terhitung sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. B…
Cerdas Berbahasa Indonesia: Berbahasa dengan Pemahaman dan Pendalaman
Buku “Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia: Teori dan Aplikasi” ini disusun dari kegudahan penulis karena masih banyak mahasiswa yang masih awam akan penelitian di bidang keterampilan berbahasa Indonesia. Mahasiswa selama ini hanya membaca teori-teori dan konsep keterampilan berbahasa akan tetapi dalam praktiknya masih kebingungan. Atas dasar tersebutlah kemudian penulis merancang …
Alasan untuk Tetap Hidup" adalah perjalanan hidup Matt dari lembah kelam depresi menuju cahaya. Ya, Matt adalah penyintas depresi dan gangguan kecemasan. Ia bahkan hampir mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing. Namun, ia mengurungkan niatnya itu karena menemukan berbagai alasan untuk tetap hidup. Di buku ini, selain menceritakan kisah hidupnya melawan depresi dan gangguan kecemasan, Ma…
buhuh diri seoalah menjadi jalan terakhir bagi Andin. pengehianatan yang dilakukan aldi dan juliana, pacar dan sahabatnya menajamkan keyakinan Andin untuk mengakhiri hidupnya, selain keluarga yang bermasalah
Duh gusti Maafkan kami yang banyak omong. Ibadah saja masih bolong-bolong. Doanya masih sombong. Tapi berani-beraninya minta tolong sambil nodong. Sudah begitu maksa mulu. Ga tau malu. Kerja saja ga mau tapi kalau soal cemburu-mencemburui, nomor satu.
hidup pange dihabiskan untuk menguji game sebelum dilemparkan ke pasaran, sampai waktu tidur pun kurang, terkadang sampai bermalam di kantor. Pange semakin mempertanyakan kehidupan pekerjaannya setelah bertemu magda, pustakawati di perpustakaan dekat kantornya yang menganggap game hanyalah sebuah teknologi tanpa subtansi