Jika kebahagiaan adalah fitrah manusia, siapa saja yang dapat merasakannya? buku Ini mencoba mernbantu Anda datam meraih kebahagiaan. Berangkat dari catatan kecil yang tercecer dalam kehidupan, serta melalui perenungan pribadi dalam memaknai bahagia, semoga buku ini menjadi salah satu inspirasi dan menjawab kegelisahan para pencari kebahagiaan.
Dalam Mengapa Kita Sering Salah Paham, Eric Barker menyelami berbagai pepatah kuno dengan memanfaatkan sains untuk mengungkap kebenaran tentang hubungan manusia. Dengan menggabungkan cerita yang menarik dan humor, juga dobrakan terhadap pandangan konvensional, Barker menjelaskan apa saja kesamaan teknik negosiasi sandera dan pertengkaran dalam pernikahan, bagaimana seorang penipu ulung berbohon…
Aku tidak lagi terjebak terlalu lama dalam kesedihan, keluhan, rasa tidak puas, atau perasaan murung! Semakin bertambah usia, keinginanku untuk hidup bahagia juga semakin besar. Kerinduan itu akhirnya terhubung dengan rasa penasaran tentang orang-orang yang bahagia, lalu membawaku pada pembelajaran tentang resiliensi. Sejak mengenal dan mempelajari program resiliensi, hatiku terasa lebih kua…
Judulnya gak salah kok, yang salah cuma ekspektasi kita aja, karena dunia terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Buku ini bukan tentang mereka yang selalu berhasil. Ini untuk kamu yang pernah jatuh, nangis diam-diam, dan bertanya, “Kok hidupku gini-gini aja, ya?” Lupakan motivasi yang menggebu-gebu; buku ini mengajakmu duduk bareng dan berkata: “Kamu nggak sendirian, kok…
Buku ini adalah pelukan hangat di saat tidak ada seorang pun di sekitarmu, sebuah pengingat bahwa harapan selalu ada di depan sana, menunggumu untuk mengambil satu langkah lagi.
Ketika mendengar kata trauma, apa yang ada dalam benak kita? Suatu kejadian yang tidak akan hilang sehingga harus diterima dengan rasa sakit? Suatu keadaan yang membuat orang terpenjara seumur hidup? Sebenarnya, ini penggambaran yang tidak tepat dari trauma. Trauma tersimpan dalam memori, dan memori ini yang menjadi kacamata dalam memersepsi realitas. Trauma bukan sebatas kejadiannya, melainkan…
Dalam hiruk pikuk ekspektasi sosial, Kwon Mi Ju memilih untuk tidak menikah, melainkan mendefinisikan kehidupannya sendiri. Buku ini mengajakmu menyelami kisah-kisah yang merefleksikan perubahan pandangan masyarakat terhadap perempuan yang hidup sendiri—dari stigma menjadi berangsur menerima. Namun, di balik pilihan berani itu, ada kesepian yang kadang menyelinap, atau kekhawatiran tentang…
Kadang, orang-orang tidak menyadari kalau mereka terus menyimpan luka dari masa kecil yang kemudian berpengaruh ke cara mereka tumbuh dan menjalani kehidupan dewasa. Luka masa kecil itu tidak seharusnya diabaikan, justru ia harus diterima dan diajak bicara. Penyembuhannya bisa lama, dan itu tidak apa-apa. Karena memang tidak ada yang namanya batas waktu dalam penyembuhan luka dan trauma. Yang t…