untuk mengetahui tingkat seismisitas pulau sumatera maka perlu dilakukan kajian kerentanan seismik berdasarkan b-value dan peak ground acceleration menggunakan metode PSHA
Metode magnetotellurik dapat memberikan informasi penting kondisi bawah permukaan lapangan panas bumi dari nilai tahanan jenis. Untuk mengidentifikasi keberadaan zona reservoir dan prospek panas bumi pada daerah penelitian dari kontras nilai tahanan jenis
penelitian ini berada di daerah natuna barat yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan inversi impedansi akustik model based, sparse spike dan band limited untuk karakterisasi reservoar.
Alat yang dibuat terdiri dari modul ACS712 sebagai amperemeter, ADS115 sebagai voltmeter, pembangkit daya untuk menaikan tegangan dan arduino uno sebagai pusat kontrol sistem pengukuran sehingga mendapatkan nilai resistansi berdasarkan prinsip hukum ohm
tujuan penelitian ini untuk menemukan potensi likuifaksi di daerah penelitian. dari pengukuran tersebut didapatkan 4 penampang 2D data geolistrik dengan kedalam 12-20 meter
penelitian ini bertujuan untuk menduga kedalam akuifer serta mengidentifikasi litologi bawah permukaan. daerah penelitian ini termasuk kedalam formasi lampung yang terdiri dari tuf berpatung, tuf riolitik, tuf padu tufit, batulempung tufaan dan batupasir tufan