Sekilas, memang amat mungkin orang akan melihat beberapa cerpen saya bergaya surealisme. Tetapi, izinkan saya ngotot, saya tidak menyukai surealisme. Saya sesungguhnya semata memuja kebebasan imajinasi dalam bercerita, secara bentuk atau tema, keluasannya, kedalamannya, kepekatannya, lompatannya, kegilaannya, bahkan ketakterbayangkannya. Dengan cara demikian, saya merasa merdeka. Dan bahagia!
Dominik Lekisha seolah hidup dalam dunia dongeng ketika bertemu cinta pertamanya di Heidelberg, tempat yang dijuluki Fairy Tale Town. Hubungannya dengan lelaki itu berjalan sangat mulus, mudah, dan menyenangkan. Namun semua berubah ketika lelaki itu memutuskan hubungan mereka yang hampir menuju jenjang pernikahan. Dominik hancur berkeping-keping. Saat Dominik kehilangan arah, dia bertemu Ria…