Novel ini menceritakan mengenai seorang anak yang didik melalui dongeng yang berasal dari kisah-kisah hebat sang ayah. Sampai di satu titik, anak tersebut (tokoh aku dalam cerita) memilih untuk berhenti mendengar kisah hebat sang ayah dan menyatakan bahwa ayahnya adalah seorang pembohong. Jika dikaji lebih dalam, novel ini kaya dengan unsur-unsur kekeluargaan, makna-makna kehidupan, serta cara …
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam b…
Frella: Untuk kamu, kita telah melewati banyak hal bersama. Jika pada akhirnya kita harus berpisah dan memiliki jalan yang berbeda, setidaknya kenang aku sebagai seseorang yang pernah menemani hari-harimu, baik ketika kamu bahagia ataupun putus asa. Farel: Meskipun kejujuran kadang menyakitkan, bertahan dengan sebuah kebohongan itu adalah bom waktu yang suatu saat akan meledak. Kamu perlu …