Buku ini menguraikan bagaimana Anda menghidupkan imajinasi dengan afirmasi agar Anda memiliki keberanian untuk melangkah menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Di buku ini Anda akan dipandu untuk melatih imajinasi dengan afirmasi positif agar Anda mampu mewujudkan mimpi-mimpi Anda. Setiap orang memiliki potensi untuk sukses dan memiliki potensi untuk hidup bahagia. Tapi karena ketakutan dan kekh…
Menjalani hari-hari setelah mengalami kehilangan, mengajarkan bagaimana caranya mengikhlaskan, dan menemukan kebahagiaan kembali setelah mengalami kehilangan. Setiap orang pasti memiliki fase jatuh bangun yang harus dihadapi. Ada kalanya, kita bahagia setelah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, namun ada kalanya kita harus bersiap kehilangan atas sesuatu. Jika menghadapi kehilangan,…
Ada yang bilang jika love is complicated. Bisa iya, bisa juga tidak, bergantung pada pengalaman hidup masing-masing dalam men jalin hubungan asmara. Bagi yang masih berjuang menemukan pasangan yang tepat, cinta adalah sesuatu yang rumit. Namun, bagi yang sudah menemukannya, indah dan menggairahkan. Namun, jalan untuk menemukan orang yang tepat bisa sangat terjal dan tidak semulus yang dihara…
Musuh terbesar dan terberat manusia adalah diri sendiri. Diri sendiri yang malas, tidak disiplin, suka menunda pekerjaan, terlalu nyaman di zona nyaman, pesimistis, meragukan kemampuan sendiri, tidak mudah bergaul, dan tidak memiliki mimpi atau visi dan rencana kehidupan. Inilah penghambat sesungguhnya bagi kesuksesan dan kebahagiaan. Diri sendiri seperti itu harus dikalahkan, di…
Buku I Believe I Can ini akan menemani pembaca yang selalu optimis dalam mengayuh kehidupan. Bahwasanya, kehidupan bukan hanya tentang hari ini, melainkan ada hari esok yang harus ditempuh dengan langkah kaki maupun kendaraan pribadi. Hadirnya buku I Believe I Can, akan mengajak pembaca menemukan kekuatan terpendam yang selama ini abai dari pandangan.
#Buku Menggemparkan yang Mendefinisikan Ulang Apa Arti Cerdas Mengapa EI Lebih Penting daripada IQ Apakah IQ adalah takdir? Ternyata tidak sebagaimana yang lumrah kita pikirkan. Gardner memperlihatkan mengapa orang yang ber-IQ tinggi mengalami kegagalan dan orang yang ber-IQ sedang menjadi sangat sukses. Penyebabnya adalah kecerdasan emosional, yang mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan …